Jepang Baru Lolos ke Piala Dunia pada 1998, Pelajaran Apa yang Bisa Diambil Shin Tae-yong untuk Ditularkan ke Timnas Indonesia?


Timnas Jepang baru lolos ke Piala Dunia pada 1998 atau dalam tujuh edisi terakhir. Sejak 1954, Samurai Biru tidak pernah lolos dari babak kualifikasi.
Dalam tujuh edisi Piala Dunia, Jepang empat kali lolos ke babak 16 besar. Samurai Biru bahkan kini dianggap sebagai salah satu kekuatan di dunia, bukan hanya Asia.
Timnas Indonesia bisa banyak mengambil pelajaran dari kisah Jepang. Skuad Garuda masih punya peluang yang sangat besar untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Untuk itu, Timnas Indonesia tidak boleh kalah dari Jepang pada Jumat (15/11/2024) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat dalam partai kelima Putaran Ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Keyakinan Shin Tae-yong
Di klasemen sementara Putaran Ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Timnas Indonesia bertengger di posisi kelima dengan tiga poin sedangkan Jepang di peringkat pertama dengan sepuluh angka.
"Sepak bola Indonesia memang mulai berkembang dan ini adalah langkah pertama, bisa dibilang seperti itu," ujar pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong kepada wartawan dalam sesi jumpa pers sebelum laga di SUGBK, Kamis (14/11).
"Ke depannya pasti akan berkembang lebih baik dari sekarang. Sebagai pelatih Timnas Indonesia, saya percaya sepak bola Indonesia lebih maju."
"Entah kita lolos ke Piala Dunia 2026 atau tidak, mulai sekarang, saya yakin infrakstruktur sepak bola Indonesia sudah menjadi lebih baik."
"Ini juga akan terus membaik sampai suatu saat nanti Indonesia tidak hanya akan bersaing di ASEAN, melainkan Asia dalam beberapa tahun ke depan," imbuhnya.
Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Melawan Jepang
• Kiper: Maarten Paes (FC Dallas), Nadeo Argawinata (Borneo FC), M. Riyandi (Persis Solo)
• Belakang: Jay Idzes (Venezia), Jordi Amat (JDT), Kevin Diks (FC Copenhagen), Rizky Ridho (Persija), Muhammad Ferarri (Persija), Justin Hubner (Wolves U-21), Calvin Verdonk (NEC Nijmegen), Pratama Arhan (Suwon FC), Shayne Pattynama (KAS Eupen), Sandy Walsh (KV Mechelen), Yance Sayuri (Malut United), Yakob Sayuri (Malut United)
• Gelandang: Thom Haye (Almere City), Nathan Tjoe-A-On (Swansea City), Ivar Jenner (FC Utrecht), Ricky Kambuaya (Dewa United), Marselino Ferdinan (Oxford United)
• Penyerang: Ragnar Oratmangoen (FCV Dender), Witan Sulaeman (Persija), Egy Maulana (Dewa United), Rafael Struick (Brisbane Roar), Hokky Caraka (PSS), Eliano Reijnders (PEC Zwolle), Ramadhan Sananta (Persis Solo)
(Bola.net/Fitri Apriani)
Baca Juga:
- Timnas Indonesia Berkembang Pesat, Jay Idzes: Masih Bisa Lebih Baik Lagi!
- Performa Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Dipuji Media Eropa
- Instruksi Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia Jelang Hadapi Jepang: Fokus dan Nikmati Pertandingan!
- Kapten Timnas Indonesia Banyak Belajar Berkarier di Italia untuk Lawan Jepang: Mentalitas, Defensenya Sangat Baik
Pembaruan terkini:
PSS Sleman Lega Petik 3 Poin atas PSIS, Harapan Bertahan di BRI Liga 1 Makin Terlihat
Pelatih Persis Solo Siapkan Ramuan Khusus untuk Hadapi PSBS Biak di Papua
Jadwal Pertandingan Pekan 32 BRI Liga 1, Sabtu 10 Mei 2025
4 Bek Muda Lokal yang Bakal Berbanderol Mahal di BRI Liga 1 Musim Depan, Wani Piro?
BRI Liga1 : PSIS Makin Dekati Degradasi seusai Digebuk PSS, Caretaker Mahesa Jenar Minta Maaf
Link Live Streaming BRI Liga 1: Persib Vs Barito Putera
Kerap Kebobolan Injury Time di BRI Liga 1, Pelatih Persebaya Malah Sindir Wasit
Demi Tampil di Asia, Persebaya Wajib Waspadai Semen Padang yang Berjuang Hindari Degradasi
Komentar
Belum ada komentar
{{ comment.content }}